• Menag RI Lukman Hakim Resmikan IAIN Madura

  • 5 Mahasiswa IAIN Madura Ikuti Program KKN Nusantara Persemakmuran

  • Pascasarjana IAIN Madura Terapkan SPMB Berbasis CBT

  • Sebanyak 1.700 peserta mengikuti program tes masuk kuliah melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN)

  • SELAMAT DAN SUKSES ATAS PEMBUKAAN PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (AHWAL SYAKHSIYAH) PADA PROGRAM MAGISTER (S2) PASCASARJANA STAIN PAMEKASAN BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN DIRJEN. PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 2586 TAHUN 2017

  • Jumlah Peminat STAIN Pamekasan berjumlah 3.445 yang akan bersaing memperebutkan kuota 496 orang calon mahasiswa baru untuk quota penerimaan jalur UM-PTKIN 2017

  • Telah Dibuka Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Th. Akademik 2017/2018

  • Sosialisasi Serentak PMB STAIN Pamekasan 2017 dilaksanakan di 3 kabupaten yaitu Pameksan, Sampang dan Sumenep

  • Selamat dan Sukses kepada TIPD STAIN Pamekasan Updating Data PDPT 100 % Sampai 2016-1 PTKIN Tingkat Nasional nomor 2 setelah STAIN Kudus

  • Congratulation GIBEI STAIN Pamekasan. penghargaan kedua kalinya. Semoga kedepan lebih sukses dan bermanfaat. Selamat untuk EBIS dan GIBEI STAIN Pamekasan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
Jalan Raya Panglegur KM.4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur, Telp. (0324) 327248, Fax. (0324) 322551
Website : iainmadura.ac.id | e-mail. info@iainmadura.ac.id
Petunjuk Pembayaran BRISklik disini
Cek Username & Password MABAklik disini
Cek NIM Bayarklik disini
Pendaftaran SMS Broadcast Info Kampusklik disini
STAIN Pamekasan Kini & Esok
POLLING
Apakah tampilan website ini menarik?
Ya
Cukup
Kurang
AGENDA

Mar28

Seminar Nasional Lintas Divisi Hima Prodi PAI

08.00 WIB

Lapangan Selatn Perpustakaan

Mar17

DIALOG HUKUM NUSANTARA

07.30-Selesai

Ruang Auditorium STAIN Pamekasan

Mar21

Peringatan Hari Air Se-Dunia Dengan Tema Nafas Alam di Mata Air

21-22 Maret 2018

Ruang Auditorium STAIN Pamekasan

Mar14

Semarak Dan Festifal Himpunan Mahasiswa MPI

07.30-Selesai

Ruang Auditorium STAIN Pamekasan

Mar25

Konser Musik Whirama Mahecwara

19.00-Selesai

Ruang Auditorium STAIN Pamekasan

RAMAH LINGKUNGAN; Keteladanan Rasulullah Terabaikan

Selasa, 28 Nopember 2017

OLEH : ACHMAD MUHLIS (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Pamekasan) email: ach_muhlis@yahoo.co.id

PROLOG


Rasulullah Muhammad saw merupakan panutan yang tidak pernah habis dibicarakan dan diikuti sunnahnya, menjadi teladan yang baik bagi seluruh umat manusia dimuka bumi ini, bahkan tidak akan putus sampai hari kiamat-pun tiba. Teladan yang baik (uswah hasanah) ini, tidak bisa dibandingkan dan ditandingi dengan tokoh lainnya di dunia maupun diakhirat, karena semua teladannya termaktub dan terurai lengkap dalam al-qur’an dan hadist-nya yang setiap saat kita baca, kita renungi dan kita laksanakan. Momentum bulan rabi’ual awal ini yang dikenal ditengah masyarakat sebagai bulan maulid merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah baik Substantif maupun Fungsional yang melekat seutuhnya pada diri Rasulullah, dengan menyatukan dua keteladan yakni Keteladanan SUBSTANTIF (Uswah Asasiyah) maunpun keteladanan FUNGSIONAL (Uswah Wadzifiyah), tanpa harus memilih dan membedakan keduanya.


Pertama, Keteladan SUBTANTIF (Uswah Asasiyah), yakni keteladanan Rasulullah dalam menjalin hubungan dan komunikasi secara intensif kepada ALLAH serta dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah seperti shalat, zakat, puasa. Haji dan ibadah lainnya. Rasulullah memberikan teladan atau memberikan contoh kepada umatnya dengan cara berdiri lama ketika melakukan sholat dimalam hari sehingga kakinya bengkak, menghabiskan waktu malam dengan sholat dan dzikir. Padahal sudah jelas Rasulullah adalah ma’sum (dihapus dosa-dosanya) dan lain-lain.


Betapa banyak hadist-hadist yang mengambarkan keteladan Substantif ini, seperti perintah untuk tidak meninggalkan shalat dan beri’tikaf di Masjid pada bulan Ramadhan, dorongan yang kuat bagi umatnya untuk melakukan shalat berjamaah lebih baik dari pada shalat sendiri dan lain-lain, yang pada intinya, Rasulullah memberikan motivasi dan sugesti kepada umatnya agar mau dan memaksakan dirinya untuk bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam berhubungan dengan Allah Sang Pencipta Alam Semesta. Dalam beberapa hadist yang patut kita teladani dalam kerangka mendekat dan mendapat ridlo Allah, Rasulullah menganjurkan antara lain, agar melaksanakan shalat sunnah dua rokaat setelah shalat maghrib sebelum berbicara, maka akan disiapkan tempat di surga ‘illiyyin, begitu juga ketika seseorang mengerjakan shalat sunnah empat rokaat setelah isya’ sebelum berbicara, maka pahalanya seperti bertemu malam lailatul qadar di masjidil haram, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan stimulus yang diberikan Rasulullah sebagai teladan yang baik untuk direspon oleh umatnya. Walaupun demikian, kadangkala umatnya tidak merespon positif terhadap stimulus yang diberikan Rasulullah karena tidak tahu dan tidak paham bahwa hal tersebut merupakan teladan dari Rasulullah.


Kedua, Keteladanan FUNGSIONAL (Uswah Wadzifiyah), yakni keteladanan Rasulullah dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan sesama makhluq baik hubungannya dengan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun makhluq lainnya.


Keteladanan ini merupakan hakikat nyata dari penciptaan makhluk berupa manusia, hewan maupun tumbuhan-tumbuhan, karena tiga jenis makhluk ini harus bersinergi antara satu dengan lainnya, saling memahami, saling memaknai, saling dukung dan saling mengalah bukan merasa benar sendiri, egois, hidonis, hipokrit dan lain-lain, sehingga alam ini menjadi kondusif, tenteram, aman dan sejuk karena ketiganya, makhluk inilah yang menjadi penentu untuk selalu ramah pada makhluk lainnya.


Keteladan ini sering diabaikan oleh umatnya karena seolah-oleh bukan pekerjaan sunnat diajarkan oleh Rasullah. Padahal keteladanan Fungsional ini sangat bermakna bagi kehidupan manusia dimuka bumi ini untuk bersinergi dengan makhluk lainnya, seperti Rasulullah memerintahkan untuk tidak merusak lingkungan sekitar kita seperti tumbuh-tumbuhan agar terhindar dari bencana alam, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan, kekeringan, badai maupun gempa bumi. Bencana alam seperti itu terjadi karena merupakan konsekuensi logis dari kombinasi aktivitas alam dan aktifitas manusia karena ketidak berdayaan manusia sebagai makhluk serta akibat kurang bijaknya manusia terhadap alam sekitar, sehingga menyebabkan kerugian material maupun non material.


Rasulullah memerintahkan untuk menanam tatanam atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain, Rasulullah juga memerintahkan untuk memelihara dan menyanyangi binatang-binatang piaraan dan lain-lain. Yang bertujuan demi kemaslahatan kehidupan manusia pada masa-masa yang akan datang.


Ada beberapa hadist yang menggambarkan keteladanan fungsional, antara lain seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim: Rasulullah SAW bersabda “tidaklah seorang muslim menanam tananam, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, kecuali baginya dengan tanaman itu adalah shodaqah”, hadist ini menunjukkan bahwa sedekah untuk semua jenis hewan dan makhluk bernyawa mendapatkan pahala. Rasullulah juga bersabda “barang siapa yang menebang pepohonan, maka Allah akan mencellupkannya ke dalam neraka”. Maksud hadis ini, sebagaimana dijelaskan oleh Abu Daud, yakni ditujukan kepada seseorang yang memotong pepohonan secara sia-sia di sepanjang jalan, sehingga para musafir dan hewan tidak mendapatkan tempat berteduh.


Keteladanan Fungsional ini, didorong karena banyaknya ayat al-qur’an agar manusia tidak merusak lingkungan atau merusak hutan, sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqoroh ayat 11,“Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi“, Dan surat Al-Baqoroh ayat 204-205, “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan”.


Ayat tersebut menggambarkan bahwa hanya orang munafiq saja, yang selalu merusak bumi, tumbuh-tumbuhan dan hutan-hutan, lingkungan juga dicemari, buah-buahan serta binatang ternak dibinasakan. Lebih dahsyat lagi, jika orang munafiq ini sedang berkuasa, maka mereka akan membuat kerusakan dimana-mana, serta akan berbuat sesuka hatinya, sebagaimana tergambar dalam surat Ar-Rum ayat 41-42, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. Ayat ini memperingatkan tentang kerusakan yang terjadi di dimuka bumi ini, baik di darat, laut maupun udara karena akibat ulah perbuatan manusia itu sendiri (manusia-manusia munafiq).


Kerusakan di darat terjadi dibeberapa tempat, seperti rusaknya hutan, hilangnya mata air, tertimbunnya danau-danau penyimpan air, lenyapnya daerah-daerah peresap air hujan dan sebagainya. Sedangkan Kerusakan di laut juga terjadi dimana-mana, seperti pendangkalan pantai, menghilangkan tempat-tempat sarang ikan, pencemaran air laut karena tumpahan minyak, dan lain sebagainya. Sehingga, ayat itu merupakan peringatan dari Allah untuk manusia, karena dampak negatifnya akan dirasakan manusia itu sendiri pada masa-masa yang akan datang.
IKHTITAM


Manusia kaffah itu adalah, manusia yang mampu dan bisa menggabungkan dua keteladanan Rasulullah (Substantif dan Fungsional) serta mampu berkreasi untuk menjaga harmonitas segi tiga, yakni keseimbangan ekologi: dirinya (manusia), hewan dan tumbuhan. Sebagaimana termaktub dalam al-qur’an Qs. 2: 30. Sehingga manusia harus bertanggungjawab terhadap apa yang diperbuat terhadap alam sekitarnya serta memelihara keseimbangan ekologi, dan memahami fitrahnya sebagaimana manusia yang mengerti maslahat dan kebutuhannya, sehingga dengan bekal itu semua, manusia harus tampil sebagai sosok yang “ramah lingkungan”, melindungi dan memelihara sesama dan lingkungannya. wallahu a’lam bis shawab.

INFO PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2018
  • PROGRAM STRATA-1 (S1)
    • JALUR UM-PTKIN
      • Foto KTM & Penyerahan Berkas 18 - 26 Juli 2018
    • JALUR MANDIRI
      • Pengisian UKT 26-27 Juli 2018
      • Pengumuman UKT 29 Juli 2018
      • Registrasi 30 Juli - 03 Agustus 2018
      • Setor Akademik & Foto KTM Tanggal 30 Juli - 03 Agustus 2018

  • PROGRAM PASCASARJANA (S2)
    • Pembayaran SPP & lainnya (melalui BRI Syariah) 18 Juli - 3 Agustus 2018
    • Penyerahan bukti pembayaran & pengisian formulir registrasi 18 Juli - 3 Agustus 2018
    • Orientasi Studi 3 Agustus 2018
    • Perkuliahan Agustus - Desember 2018

Keterangan* :
untuk info selengkapnya S1 silahkan klik tombol S1
untuk info selengkapnya S2 silahkan klik tombol S2
dibawah ini....

S1 S2
MUTIARA HATI
  • عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ اللَّهُ، ارْحَمْ مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكَ مَنْ فِي السَّمَاءِ
    Dari Abdullah bin Amir RA, Rasululloh SAW bersabda: “Seseorang yang menyayangi (orang lain) pasti akan disayangi Alloh. Sayangilah setiap penduduk bumi, niscaya engkau akan disayangi para penghuni langit”

    HR Tabrani No: 1460
  • عن أبي يعلى شداد بن أوس - رضي الله عنه - ، عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ. [رواه الترمذي]
    Artinya :
    Dari Abu Ya'la yaitu Syaddad bin Aus r.a. dari Nabi SAW., sabdanya: "Orang yang cerdas - berakal - ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan dari Allah tanpa beramal shaleh."

    (HR. Imam At-Tirmidzi)
  • عن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ »رواه مسلم. Dari Sayyidina Jabir رَضيَ اللَّه عنهُ berkata : "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya : "Perumpamaan shalat-shalat lima waktu itu adalah seperti sungai yang mengalir secara melimpah-ruah pada pintu rumah seseorang dari engkau semua. Ia mandi di situ setiap hari lima kali." (HR Imam Muslim)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan wahyu padaku agar diantara manusia untuk saling merendahkan hatinya (yaitu tidak menyombongkan diri), hingga seseorang terhadap lainnya tidak saling menindas, dan tidak menyombongkan diri "

    H.R. Muslim
  • Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
    ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
    Tiga Dosa Pembinasa :1. SIFAT PELIT YG DITAATI.2. HAWA NAFSU YANG DITURUTI,3. UJUB SESEORANG TERHADAP DIRINYA.

    ( HR. Thabrani )
  • Abu Hurairah pernah berkata, "Sesungguhnya rumah akan terasa luas bagi penghuninya, para malaikat akan mendatanginya, setan-setan akan menjauhi dan kebaikannya akan bertambah jika Al Qur'an dibaca di dalamnya. Dan rumah akan terasa sempit bagi penghuninya, para malaikat menjauhinya, setan-setan datang dan kebaikannya berkurang jika di dalamnya tidak dibacakan Al Qur'an."

    (HR.AD-DARIMI, SUNAN AD-DARIMI)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Cintailah orang yang engkau cintai dengan wajar karena bisa saja suatu waktu dia menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah orang yang engkau benci dengan wajar karena bisa saja dia menjadi orang yang engkau suka suatu saat nanti."

    (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Hati-hatilah kalian dari prasangka krn prasangka itu perkataan yang paling dusta. Janganlah kalian saling mengintai kesalahan, dan jangan pula saling merasa diintai, jangan pula berlomba-2 (dalam kehidupan duniawi), jangan saling mendengki dan bermusuhan serta jangan pula saling bertolak belakang, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."

    (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barang siapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin." 

    (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : _“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”_

    (HR. An Nasa’i :5129 hadits ini hasan shahih)
LINK SEKOLAH TERKAIT
GALERI VIDEO
GALERI FOTO
STATISTIK PENGUNJUNG
Online : 1 User
Total Hits : 1249978 Hits
Hari Ini : 347
Kemarin : 486
Bulan Ini : 9768
Tahun Ini : 167378
Total : 1065487