• SELAMAT DAN SUKSES ATAS PEMBUKAAN PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (AHWAL SYAKHSIYAH) PADA PROGRAM MAGISTER (S2) PASCASARJANA STAIN PAMEKASAN BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN DIRJEN. PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 2586 TAHUN 2017

  • Jumlah Peminat STAIN Pamekasan berjumlah 3.445 yang akan bersaing memperebutkan kuota 496 orang calon mahasiswa baru untuk quota penerimaan jalur UM-PTKIN 2017

  • Telah Dibuka Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Th. Akademik 2017/2018

  • Sosialisasi Serentak PMB STAIN Pamekasan 2017 dilaksanakan di 3 kabupaten yaitu Pameksan, Sampang dan Sumenep

  • Selamat dan Sukses kepada TIPD STAIN Pamekasan Updating Data PDPT 100 % Sampai 2016-1 PTKIN Tingkat Nasional nomor 2 setelah STAIN Kudus

  • Congratulation GIBEI STAIN Pamekasan. penghargaan kedua kalinya. Semoga kedepan lebih sukses dan bermanfaat. Selamat untuk EBIS dan GIBEI STAIN Pamekasan

  • ALHAMDULILLAH STAIN PAMEKASAN menerima penghargaan EMIS AWARD sebagai PTKIN terbaik Pertama Nasional untuk kedua kalinya pada updating Data EMIS Tahun Akademik 2016/2017

  • Selamat Kepada Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag Sebagai Ketua STAIN Pamekasan Periode 2016 - 2020

  • Mohon Doa Restu Pembangunan Gedung Kuliah & Gedung Laboratorium Terpadu yg direncanakan tahun 2017
  • Alhamdulillah untuk tahun 2016 sebanyak 9074 Pendaftar Calon Mahasiswa Baru memilih STAIN Pamekasan. Terimakasih kepada semua pihak.
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN
Jalan Raya Panglegur KM.4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur, Telp. (0324) 327248, Fax. (0324) 322551
Website : stainpamekasan.ac.id | Email. info@stainpamekasan.ac.id
Membangun dan memberdayakan ilmu-ilmu agama Islam dengan mengintegrasikan dan menginternalisasikan ketangguhan karakter moral, kesalehan nurani/spiritual dan ketajaman/nalar emosional untuk mewujudkan masyarakat madani.
  • Upacara Memperingati HAB dan Penyerahan Penghargaan Satya Lencana

STAIN Pamekasan Kini & Esok
POLLING
Apakah tampilan website ini menarik?
Ya
Cukup
Kurang
AGENDA

Nov1

Seminar Teknologi informasi "Jaringan dan Aplikasi Perkantoran"

08.30-16.00 WIB

Multicenter Lt.II STAIN Pamekasan

Okt27

Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

13.30 WIB-Selesai

Auditorium STAIN Pamekasan

Okt24

Seminar Peningkatan Kapasitas Karyawan STAIN Pamekasan 2017

13.30 WIB

Multicenter Lt.II STAIN Pamekasan

RAMAH LINGKUNGAN; Keteladanan Rasulullah Terabaikan

Selasa, 28 Nopember 2017

OLEH : ACHMAD MUHLIS (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Pamekasan) email: ach_muhlis@yahoo.co.id

PROLOG


Rasulullah Muhammad saw merupakan panutan yang tidak pernah habis dibicarakan dan diikuti sunnahnya, menjadi teladan yang baik bagi seluruh umat manusia dimuka bumi ini, bahkan tidak akan putus sampai hari kiamat-pun tiba. Teladan yang baik (uswah hasanah) ini, tidak bisa dibandingkan dan ditandingi dengan tokoh lainnya di dunia maupun diakhirat, karena semua teladannya termaktub dan terurai lengkap dalam al-qur’an dan hadist-nya yang setiap saat kita baca, kita renungi dan kita laksanakan. Momentum bulan rabi’ual awal ini yang dikenal ditengah masyarakat sebagai bulan maulid merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah baik Substantif maupun Fungsional yang melekat seutuhnya pada diri Rasulullah, dengan menyatukan dua keteladan yakni Keteladanan SUBSTANTIF (Uswah Asasiyah) maunpun keteladanan FUNGSIONAL (Uswah Wadzifiyah), tanpa harus memilih dan membedakan keduanya.


Pertama, Keteladan SUBTANTIF (Uswah Asasiyah), yakni keteladanan Rasulullah dalam menjalin hubungan dan komunikasi secara intensif kepada ALLAH serta dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah seperti shalat, zakat, puasa. Haji dan ibadah lainnya. Rasulullah memberikan teladan atau memberikan contoh kepada umatnya dengan cara berdiri lama ketika melakukan sholat dimalam hari sehingga kakinya bengkak, menghabiskan waktu malam dengan sholat dan dzikir. Padahal sudah jelas Rasulullah adalah ma’sum (dihapus dosa-dosanya) dan lain-lain.


Betapa banyak hadist-hadist yang mengambarkan keteladan Substantif ini, seperti perintah untuk tidak meninggalkan shalat dan beri’tikaf di Masjid pada bulan Ramadhan, dorongan yang kuat bagi umatnya untuk melakukan shalat berjamaah lebih baik dari pada shalat sendiri dan lain-lain, yang pada intinya, Rasulullah memberikan motivasi dan sugesti kepada umatnya agar mau dan memaksakan dirinya untuk bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam berhubungan dengan Allah Sang Pencipta Alam Semesta. Dalam beberapa hadist yang patut kita teladani dalam kerangka mendekat dan mendapat ridlo Allah, Rasulullah menganjurkan antara lain, agar melaksanakan shalat sunnah dua rokaat setelah shalat maghrib sebelum berbicara, maka akan disiapkan tempat di surga ‘illiyyin, begitu juga ketika seseorang mengerjakan shalat sunnah empat rokaat setelah isya’ sebelum berbicara, maka pahalanya seperti bertemu malam lailatul qadar di masjidil haram, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan stimulus yang diberikan Rasulullah sebagai teladan yang baik untuk direspon oleh umatnya. Walaupun demikian, kadangkala umatnya tidak merespon positif terhadap stimulus yang diberikan Rasulullah karena tidak tahu dan tidak paham bahwa hal tersebut merupakan teladan dari Rasulullah.


Kedua, Keteladanan FUNGSIONAL (Uswah Wadzifiyah), yakni keteladanan Rasulullah dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan sesama makhluq baik hubungannya dengan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun makhluq lainnya.


Keteladanan ini merupakan hakikat nyata dari penciptaan makhluk berupa manusia, hewan maupun tumbuhan-tumbuhan, karena tiga jenis makhluk ini harus bersinergi antara satu dengan lainnya, saling memahami, saling memaknai, saling dukung dan saling mengalah bukan merasa benar sendiri, egois, hidonis, hipokrit dan lain-lain, sehingga alam ini menjadi kondusif, tenteram, aman dan sejuk karena ketiganya, makhluk inilah yang menjadi penentu untuk selalu ramah pada makhluk lainnya.


Keteladan ini sering diabaikan oleh umatnya karena seolah-oleh bukan pekerjaan sunnat diajarkan oleh Rasullah. Padahal keteladanan Fungsional ini sangat bermakna bagi kehidupan manusia dimuka bumi ini untuk bersinergi dengan makhluk lainnya, seperti Rasulullah memerintahkan untuk tidak merusak lingkungan sekitar kita seperti tumbuh-tumbuhan agar terhindar dari bencana alam, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan, kekeringan, badai maupun gempa bumi. Bencana alam seperti itu terjadi karena merupakan konsekuensi logis dari kombinasi aktivitas alam dan aktifitas manusia karena ketidak berdayaan manusia sebagai makhluk serta akibat kurang bijaknya manusia terhadap alam sekitar, sehingga menyebabkan kerugian material maupun non material.


Rasulullah memerintahkan untuk menanam tatanam atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain, Rasulullah juga memerintahkan untuk memelihara dan menyanyangi binatang-binatang piaraan dan lain-lain. Yang bertujuan demi kemaslahatan kehidupan manusia pada masa-masa yang akan datang.


Ada beberapa hadist yang menggambarkan keteladanan fungsional, antara lain seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim: Rasulullah SAW bersabda “tidaklah seorang muslim menanam tananam, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, kecuali baginya dengan tanaman itu adalah shodaqah”, hadist ini menunjukkan bahwa sedekah untuk semua jenis hewan dan makhluk bernyawa mendapatkan pahala. Rasullulah juga bersabda “barang siapa yang menebang pepohonan, maka Allah akan mencellupkannya ke dalam neraka”. Maksud hadis ini, sebagaimana dijelaskan oleh Abu Daud, yakni ditujukan kepada seseorang yang memotong pepohonan secara sia-sia di sepanjang jalan, sehingga para musafir dan hewan tidak mendapatkan tempat berteduh.


Keteladanan Fungsional ini, didorong karena banyaknya ayat al-qur’an agar manusia tidak merusak lingkungan atau merusak hutan, sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqoroh ayat 11,“Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi“, Dan surat Al-Baqoroh ayat 204-205, “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan”.


Ayat tersebut menggambarkan bahwa hanya orang munafiq saja, yang selalu merusak bumi, tumbuh-tumbuhan dan hutan-hutan, lingkungan juga dicemari, buah-buahan serta binatang ternak dibinasakan. Lebih dahsyat lagi, jika orang munafiq ini sedang berkuasa, maka mereka akan membuat kerusakan dimana-mana, serta akan berbuat sesuka hatinya, sebagaimana tergambar dalam surat Ar-Rum ayat 41-42, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. Ayat ini memperingatkan tentang kerusakan yang terjadi di dimuka bumi ini, baik di darat, laut maupun udara karena akibat ulah perbuatan manusia itu sendiri (manusia-manusia munafiq).


Kerusakan di darat terjadi dibeberapa tempat, seperti rusaknya hutan, hilangnya mata air, tertimbunnya danau-danau penyimpan air, lenyapnya daerah-daerah peresap air hujan dan sebagainya. Sedangkan Kerusakan di laut juga terjadi dimana-mana, seperti pendangkalan pantai, menghilangkan tempat-tempat sarang ikan, pencemaran air laut karena tumpahan minyak, dan lain sebagainya. Sehingga, ayat itu merupakan peringatan dari Allah untuk manusia, karena dampak negatifnya akan dirasakan manusia itu sendiri pada masa-masa yang akan datang.
IKHTITAM


Manusia kaffah itu adalah, manusia yang mampu dan bisa menggabungkan dua keteladanan Rasulullah (Substantif dan Fungsional) serta mampu berkreasi untuk menjaga harmonitas segi tiga, yakni keseimbangan ekologi: dirinya (manusia), hewan dan tumbuhan. Sebagaimana termaktub dalam al-qur’an Qs. 2: 30. Sehingga manusia harus bertanggungjawab terhadap apa yang diperbuat terhadap alam sekitarnya serta memelihara keseimbangan ekologi, dan memahami fitrahnya sebagaimana manusia yang mengerti maslahat dan kebutuhannya, sehingga dengan bekal itu semua, manusia harus tampil sebagai sosok yang “ramah lingkungan”, melindungi dan memelihara sesama dan lingkungannya. wallahu a’lam bis shawab.

 
MUTIARA HATI
  • عن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ »رواه مسلم. Dari Sayyidina Jabir رَضيَ اللَّه عنهُ berkata : "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya : "Perumpamaan shalat-shalat lima waktu itu adalah seperti sungai yang mengalir secara melimpah-ruah pada pintu rumah seseorang dari engkau semua. Ia mandi di situ setiap hari lima kali." (HR Imam Muslim)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan wahyu padaku agar diantara manusia untuk saling merendahkan hatinya (yaitu tidak menyombongkan diri), hingga seseorang terhadap lainnya tidak saling menindas, dan tidak menyombongkan diri "

    H.R. Muslim
  • Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
    ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
    Tiga Dosa Pembinasa :1. SIFAT PELIT YG DITAATI.2. HAWA NAFSU YANG DITURUTI,3. UJUB SESEORANG TERHADAP DIRINYA.

    ( HR. Thabrani )
  • Abu Hurairah pernah berkata, "Sesungguhnya rumah akan terasa luas bagi penghuninya, para malaikat akan mendatanginya, setan-setan akan menjauhi dan kebaikannya akan bertambah jika Al Qur'an dibaca di dalamnya. Dan rumah akan terasa sempit bagi penghuninya, para malaikat menjauhinya, setan-setan datang dan kebaikannya berkurang jika di dalamnya tidak dibacakan Al Qur'an."

    (HR.AD-DARIMI, SUNAN AD-DARIMI)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Cintailah orang yang engkau cintai dengan wajar karena bisa saja suatu waktu dia menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah orang yang engkau benci dengan wajar karena bisa saja dia menjadi orang yang engkau suka suatu saat nanti."

    (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Hati-hatilah kalian dari prasangka krn prasangka itu perkataan yang paling dusta. Janganlah kalian saling mengintai kesalahan, dan jangan pula saling merasa diintai, jangan pula berlomba-2 (dalam kehidupan duniawi), jangan saling mendengki dan bermusuhan serta jangan pula saling bertolak belakang, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."

    (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barang siapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin." 

    (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : _“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”_

    (HR. An Nasa’i :5129 hadits ini hasan shahih)
  • Rasulullah SAW bersabda : "Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)." kalau bahasanya Rasulullah :Tangan kirimu tdk tahu apa yg dikeluarkan oleh tangan kananmu صدق الله و صدق رسوله الكريم

    (HR. Ath-Thabrani)
  • Ada seorang laki2 bertanya, wahai Rasulullah,saya sdh banyak tahu ttg ajaran islam dan sekarang sy ingin wasiat khusus dari Rasulullah kemudian beliau bersabda,ada perbuatan yg terbaik yg sangat disenangi Allah dan lebih baik dari menyedekahkan emas dan uang,bahkan berperang iaitu DZIKIR maka basahilah bibirmu dg dzikir kpd Allah

    (HR Tirmidzi,Ahmad)
LINK SEKOLAH TERKAIT
GALERI VIDEO
GALERI FOTO
STATISTIK PENGUNJUNG
Online : 1 User
Total Hits : 1032535 Hits
Hari Ini : 26
Kemarin : 2431
Bulan Ini : 29582
Tahun Ini : 29582
Total : 927691